Para ahli menemukan bahwa cedera itu kemungkinan besar disebabkan oleh kanibalisme.
Dilansir dari Live Science, Bicknell mengatakan terlepas dari kenyataan bahwa tidak ada yang diketahui tentang bagian mulut trilobite, Bicknell yakin bahwa cedera ini bukanlah "gigitan" pemangsa, namun kanibalisme.
Baca Juga:
Pakar Ungkap di 2024 Emisi Karbon Meningkat Lagi, Dampaknya Bikin Ngeri
Sebagian besar luka yang terlihat pada fosil Teluk Emu adalah di bagian perut daripada di tengkorak.
Bicknell percaya ini karena hewan yang terluka berusaha melarikan diri dari cengkeraman pemangsa mereka.
Fosil yang terluka berasal dari hewan yang lolos dan mereka tidak dimakan.
Baca Juga:
Rangka Dinosaurus 150 Juta Tahun Dilelang, Laku Terjual Rp100 Miliar
Koprolit kemungkinan merupakan hasil dari trauma kepala pada trilobita.
Meskipun ini adalah kejadian pertama kanibalisme untuk hewan apa pun dalam catatan fosil, Bicknell percaya kanibalisme kemungkinan jauh lebih tua dan lebih lazim daripada yang ditunjukkan oleh fosil-fosil ini.
"Saya akan mengatakan bahwa arthropoda telah melahap arthropoda sejak arthropoda pertama kali berevolusi menjadi arthropoda," kata Bicknell.