Spesies ini pertama kali muncul 541 juta tahun lalu dalam catatan fosil.
Mereka adalah makhluk kekar dengan kerangka luar yang tebal, yang kemungkinan merupakan salah satu alasan mengapa begitu banyak fosil trilobite bertahan selama bertahun-tahun.
Baca Juga:
Pakar Ungkap di 2024 Emisi Karbon Meningkat Lagi, Dampaknya Bikin Ngeri
Russell Bicknell, ahli paleontologi di University of New England di Australia, menghabiskan lima tahun mempelajari fosil trilobite dari Pulau Kanguru di formasi Emu Bay Shale Australia Selatan.
Redlichiida tokokoensis, pengumpan deposit yang memakan partikel di dasar laut, dan predator R. rex yang lebih besar adalah dua spesies trilobite yang diidentifikasi dalam penelitian ini.
Banyak fosil R. takooensis memiliki bekas gigitan di ujung belakangnya, yang tampak seperti bekas gigitan.
Baca Juga:
Rangka Dinosaurus 150 Juta Tahun Dilelang, Laku Terjual Rp100 Miliar
Ahli paleontologi sebelumnya telah menemukan bahwa R. rex memakan R. takooensis.
R. rex meninggalkan kotoran fosil, yang disebut koprolit, di formasi Teluk Emu yang mengandung sisa-sisa cangkang trilobita.
Namun, jejak bekas gigitan yang sebanding pada R. rex tidak terduga.