Mereka khawatir sistem pertahanan udara yang dimiliki Israel saat ini akan kehabisan amunisi, sebut saja Iron Dome dan sistem lainnya.
Mengingat konflik dengan Gaza yang menembakkan rudal mau ancaman drone dan rudal jarak jauh dari Lebanon oleh Hizbullah dan proksi Iran lainnya.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
“Hizbullah diyakini memiliki persenjataan sekitar 130.000 roket, rudal, dan sistem artileri, yang diyakini akan digunakan melawan Israel dalam perang di masa depan”, menurut Times of Israel.
“Sementara itu, di Gaza, Hamas dan Jihad Islam Palestina “masing-masing diyakini memiliki ribuan roket dan sistem artileri.
Mereka juga sudah terbiasa dalam menggunakan serangan pesawat tak berawak dalam beberapa tahun terakhir”, tambah surat kabar tersebut.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Amunisi konvensional sudah tidak relevan dengan sistem modern
Mengambil contoh di perang Rusia dengan Ukraina, Kyiv bertahan belawan serangan dahsyat Kremlin menggunakan sistem S-300.
Di mana sistem pertahanan udara ini efektif menghalau pesawat-pesawat maupun rudal ke-permukaan pasukan Putin.