WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah eksperimen sederhana dengan kecerdasan buatan mendadak membuka “aib” lama dunia komputasi setelah program lawas berusia hampir empat dekade terbukti menyimpan kesalahan logika tersembunyi yang tak pernah terdeteksi sebelumnya.
Temuan ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan kini mampu membongkar kerentanan dalam kode komputer kuno yang bahkan masih digunakan hingga saat ini.
Baca Juga:
Kementerian Transmigrasi Siapkan SDM Unggul Memimpin Lewat Beasiswa Patriot
Eksperimen tersebut dilakukan oleh Chief Technology Officer Microsoft Azure, Mark Russinovich, di Microsoft dengan menguji kemampuan model AI terbaru buatan Anthropic, Claude Opus 4.6.
Melalui unggahan di LinkedIn pada Jumat (20/3/2026), Russinovich mengungkap bahwa ia memasukkan kode biner lawas dari era komputer Apple II ke dalam sistem AI tersebut.
Kode yang diuji merupakan program bernama “Enhancer”, karya Russinovich sendiri yang ditulis pada Mei 1986.
Baca Juga:
Mahasiswa Baru ITB Wajib Ikut Mata Kuliah AI: Mulai 2026
Program tersebut dibuat menggunakan bahasa mesin (assembly) 6502 dan dirancang untuk memodifikasi Applesoft BASIC agar mendukung penggunaan variabel dalam perintah GOTO, GOSUB, dan RESTORE.
Hasil pengujian di luar dugaan karena Claude Opus 4.6 tidak hanya mampu membaca kode lama tersebut, tetapi juga berhasil melakukan decompile ke format yang lebih mudah dipahami.
Model AI itu bahkan menambahkan label serta komentar logika yang dinilai sangat akurat dalam menjelaskan struktur program.