WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dunia memasuki fase kritis perubahan iklim setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa panas yang terperangkap di Bumi mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025.
Peringatan keras tersebut disampaikan dalam laporan tahunan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang mengungkap tren pemanasan global semakin tak terkendali, Senin (23/3/2026).
Baca Juga:
Godzilla El Nino Intai Indonesia, BRIN Peringatkan Kemarau Ekstrem 2026
Laporan itu mencatat bahwa 11 tahun terpanas sepanjang sejarah terjadi berturut-turut dalam periode 2015 hingga 2025, menandakan percepatan krisis iklim global.
“Iklim dunia sedang dalam kondisi darurat, planet Bumi sedang didorong melampaui batas kemampuannya, semua indikator utama iklim menunjukkan tanda bahaya,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Ia menegaskan bahwa tren panas ekstrem yang terus berulang bukan lagi sekadar kebetulan, melainkan sinyal kuat bahwa dunia harus segera bertindak.
Baca Juga:
Karbon Biru RI Bernilai Fantastis, Potensinya Bisa Tembus Rp33 Triliun per Tahun
“Manusia baru saja melewati 11 tahun terpanas dalam sejarah, jika sejarah terulang sampai 11 kali, itu bukan lagi kebetulan, melainkan panggilan untuk segera bertindak,” lanjutnya.
Ketidakseimbangan energi antara panas matahari yang masuk ke Bumi dan yang seharusnya dilepaskan kembali ke luar angkasa menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini.
Polusi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana dilaporkan mencapai level tertinggi dalam 800.000 tahun terakhir, sehingga panas terperangkap dan tidak bisa keluar dari atmosfer.