WAHANANEWS.Co, Jakarta - Singapura melarang penjualan kompor listrik jenis electric fire stove atau plasma stove karena dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan.
Otoritas perlindungan konsumen setempat juga meminta masyarakat yang sudah membeli perangkat tersebut untuk menggunakannya dengan pertimbangan sendiri.
Baca Juga:
PLN Edukasi Kompor Listrik di Adhyaksa Sangihe Expo 2023
Melalui keterangan Competition and Consumer Commission of Singapore (CCS) April lalu, produk tersebut tidak boleh dijual maupun diiklankan di dalam negeri. CCS sendiri merupakan lembaga yang mengawasi Consumer Product Safety Office (CPSO) selaku otoritas keselamatan produk.
Melansir The Straits Times, kebijakan ini merujuk pada edaran CPSO tertanggal 15 April yang menyebut kompor tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan registrasi Safety Mark. Dengan demikian, produk tersebut tidak dapat dipasok atau diedarkan secara legal di Singapura.
CPSO menjelaskan bahwa electric fire stove menggunakan tegangan listrik sangat tinggi untuk menghasilkan efek api plasma terbuka dengan suhu jauh lebih panas dibandingkan kompor gas atau listrik konvensional. Kondisi ini menimbulkan pertimbangan keselamatan tambahan karena standar internasional saat ini belum memadai untuk menilai risiko dari teknologi tersebut.
Baca Juga:
Diajang Adhyaksa Sangihe Expo 2023, PLN Beri Edukasi Kompor Listrik
Sebagai barang yang dikategorikan sebagai controlled goods, produk ini wajib diuji, disertifikasi, dan terdaftar serta memiliki label Safety Mark sebelum dijual. Aturan ini diterapkan guna meminimalkan potensi bahaya seperti kebakaran, sengatan listrik, hingga ledakan.
Sebelumnya pada 23 April, CCS juga mengimbau konsumen untuk hanya membeli produk yang memiliki label Safety Mark yang valid. Penggunaan produk yang belum terdaftar disebut memiliki risiko bawaan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.
CCS menambahkan akan memperbarui persyaratan pengujian dan sertifikasi jika telah tersedia standar yang lebih sesuai untuk mengatasi risiko keselamatan dari kompor jenis ini. Otoritas juga menyatakan tengah berkomunikasi dengan pemasok terkait untuk menindaklanjuti isu tersebut.