WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan potensi yang perlu diwaspadai karena ahli Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkap masih terdapat bagian sesar di kawasan tersebut yang belum menghasilkan gempa.
Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB sekaligus ahli gempa dan kadaster, Prof Irwan Meilano, mengatakan gempa besar pada Sabtu (15/8/2026) dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Menurut Irwan, lokasi gempa merupakan bagian dari sistem Sesar Naik Busur Belakang Flores yang selama ini diketahui mempunyai aktivitas kegempaan cukup signifikan.
Catatan sejarah kegempaan menunjukkan kawasan tersebut pernah mengalami gempa berkekuatan magnitudo 6,6 pada 2009 dan berkaitan dengan wilayah tektonik aktif yang juga menghasilkan rangkaian gempa di utara Lombok pada 2018.
Irwan mengatakan kajian akademik dalam penyusunan peta gempa nasional menunjukkan masih terdapat bagian di kawasan tersebut yang mempunyai potensi kegempaan dan belum melepaskan energi melalui gempa.
Baca Juga:
Kemenkes Percepat Pemulihan Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT
"Masih ada bagian yang sebetulnya belum menghasilkan gempa," kata Irwan, melansir Republika, Selasa (18/8/2026).
Kondisi tersebut bukan berarti gempa besar berikutnya pasti akan terjadi karena potensi kegempaan tidak dapat dipakai untuk memastikan waktu terjadinya gempa.
"Kita tidak berharap itu terjadi," ujar Irwan.