Menurut dia, hasil riset akademik yang dikembangkan Pusat Studi Gempa Nasional atau Pusgen tetap menunjukkan adanya potensi kegempaan pada wilayah tersebut yang perlu menjadi perhatian.
Aktivitas gempa susulan menjadi salah satu perkembangan penting yang harus terus diperhatikan setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang NTT.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Irwan menjelaskan gempa bumi berkekuatan besar pada umumnya akan diikuti rangkaian gempa susulan dengan magnitudo yang secara bertahap cenderung semakin menurun.
Meski pola tersebut lazim terjadi setelah gempa besar, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan yang cukup kuat.
Pengalaman rangkaian gempa Lombok pada 2018 menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas kegempaan dapat melibatkan segmen sesar yang berada berdekatan.
Baca Juga:
Kemenkes Percepat Pemulihan Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak Gempa NTT
"Sangat mungkin, tidak kita harapkan, bahwa gempa ini kemudian memicu bagian segmen yang berdekatan," kata Irwan.
Kemungkinan tersebut menjadi alasan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas kegempaan setelah gempa utama perlu terus dilakukan, khususnya pada segmen yang berdekatan dengan sumber gempa.
Irwan juga mengingatkan banyaknya gempa susulan tidak selalu menunjukkan ancaman semakin besar karena secara umum kekuatannya akan cenderung mengecil seiring berjalannya waktu.