3. Membeli Follower
Untuk menipu pengguna lain, penipu biasanya juga membeli followers palsu. Maka dari itu, ada baiknya pengguna cek dahulu interaksi penjual dengan pengikutnya dengan mengecek jumlah like dan comment.
Jika tak ada like atau komentar yang tertera, Anda patut curiga.
Baca Juga:
Meta Tak Setuju Pembatasan Akses Teknologi Bagi Jutaan Remaja Indonesia
4. Harga Tak Masuk Akal dan Sering Berganti Akun
Faktor harga yang kelewat murah juga seringnya akun berganti nama juga bisa menjadi indikasi sebuah akun berniat menipu. Pengguna lain pun bisa memilih titik tiga di pojok kanan atas lalu pilih 'Tentang akun ini' kemudian klik 'nama pengguna sebelumnya'.
"Biasanya, penjual yang mencurigakan sering kali berganti nama akun dengan layanan atau penjualan produk yang nyaris serupa," tulisnya.
5. Cek Testimoni
Mengutip cuitan Divisi Humas Polri di Twitter, pengguna juga bisa mengecek testimoni dan rekening penjual yang mencurigakan. Kualitas foto pada feed akun penipu juga sangat buruk.
Baca Juga:
Kenali Ciri-Ciri Akun WhatsApp yang Disadap
6. Kerap mengirim DM
Di sisi lain, menurut situs resmi BCA ada ciri lain yang juga patut diwaspadai. Salah satunya adalah akun penipu kerap mengirim Direct Message (DM) lalu meminta data pribadi.
"Akun-akun ini kerap kali meminta data pribadi dengan iming-iming untuk membantu nasabah yang sedang mengalami kendala atau bahkan untuk pengiriman hadiah tertentu, "tulis BCA.
7. Cek Tanda Verifikasi
Tanda centang biru juga krusial lantaran bisa menandakan sebuah akun palsu atau asli. Akun yang asli apalagi yang mengatasnamakan selebriti atau merek ternama biasa menyematkan centang biru.