"Anomali suhu permukaan laut rata-rata musiman diperkirakan akan melampaui 2°C di wilayah-wilayah pemantauan utama," ungkap WMO.
Menurut badan tersebut, tingkat kesesuaian antarmodel prakiraan sangat tinggi sehingga meningkatkan keyakinan terhadap prediksi yang telah dibuat.
Baca Juga:
Ancaman Kabut Asap Lintas Asia Tenggara Menguat, RI Masuk Daftar
"El Nino diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur di Belahan Bumi Utara, dengan dampaknya meluas ke berbagai wilayah di seluruh dunia. Sementara itu, suhu di cekungan Atlantik khatulistiwa diperkirakan secara umum akan tetap lebih hangat daripada rata-rata," tulis WMO.
WMO juga mengingatkan bahwa fenomena El Nino sebelumnya turut berkontribusi menjadikan tahun 2023 sebagai tahun terpanas kedua dalam catatan sejarah.
Sementara itu, pada 2024 dunia mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah modern, yakni sekitar 1,55 derajat Celsius di atas rata-rata suhu masa pra-industri pada periode 1850-1900.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Stok Beras Terjaga, Siap Hadapi Ancaman El Nino
Fenomena El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dengan durasi sekitar sembilan hingga 12 bulan, kemudian bergantian dengan fase La Nina atau kondisi netral.
Meski biasanya mencapai puncak pada periode November hingga Februari, dampak kenaikan suhu akibat El Nino umumnya baru terasa secara luas beberapa waktu setelahnya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.