Dengan tambahan dukungan dari Gerindra, Jokowi berhasil menguasai 81,91 persen kursi di DPR RI sejak awal periode kedua.
Di tengah jalan, tepatnya 15 Juni 2022, Jokowi merangkul Partai Amanat Nasional (PAN). Ia memberi jatah kursi Menteri Perdagangan untuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Baca Juga:
Dukung Merdeka Belajar, BTN KC Ambon Teken PKS dengan LLDikti dan Sejumlah Perguruan Tinggi Swasta
Hari ini, Jokowi memberi jatah menteri untuk Partai Demokrat. Dengan bergabungnya AHY, Jokowi menguasai hampir seluruh kursi di DPR RI.
Total kursi partai-partai pendukung Jokowi di DPR saat ini mencapai 525 dari 575 kursi. Artinya, kekuatan Jokowi di parlemen mencapai 91,3 persen.
PKS mengaku tak masalah menjadi oposisi semata wayang atau oposisi tunggal. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan tak terpengaruh keputusan Demokrat merapat ke Jokowi.
Baca Juga:
Diskominfotik Gorontalo Jalin Kerja Sama untuk Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
"Semua bebas buat pilihan. PKS istikamah Insya Allah," kata Mardani, melansir CNN Indonesia, Rabu (21/2/2024).
Sebelumnya, Juru Bicara PKS Muhammad Kholid, pernah menyatakan bahwa PKS konsisten menjadi oposisi sampai 2024.
Dalam Pemilihan Presiden 2024 ini, PKS bergabung dengan Partai NasDem dan PKB membentuk koalisi Perubahan yang mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.