Bahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan koalisinya juga telah mencoba untuk mengajaknya bergabung sebagai bagian dari Tim Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Melansir Kompas, sebelum jumlah anggota resmi diungkap ke khalayak, Ketua TKN Prabowo-Gibran Roslan Roeslani dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia sempat menemui Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Rabu (1/11/2023) malam.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Pada saat itu pertemuan ketiganya berlangsung selama lebih dari 1 jam dan dilaksanakan secara tertutup di joglo di belakang Gedung Negara Grahadi.
Usai pertemuan, Khofifah menyebutkan kedatangan Rosan Roeslani hanya karena kebetulan sedang bersama Bahlil di Surabaya.
"Kebetulan mereka sedang bareng," katanya.
Baca Juga:
Investasi KEK Tembus Rp32 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Kepercayaan Investor Harus Berbuah Lapangan Kerja
Saat ditanya apakah mereka juga membahas kemungkinan masuknya Khofifah di tim pemenangan Prabowo-Gibran, Gubernur Jawa Timur itu mengelak dan meminta wartawan menyudahi wawancara.
"Wes po'o rek, wes mari rek (Sudah, rek, sudah)," ucap dia.
Satu hari berselang, Partai Demokrat menyatakan pertemuan yang dilakukan Rosan serta Bahlil memang hendak membujuk Khofifah supaya mau bergabung dengan TKN Prabowo-Gibran.