Tak hanya menyangkut energi dan jalur pelayaran, draf kesepakatan itu juga mencakup isu program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber utama konflik dengan Barat.
Menurut laporan tersebut, Iran akan berkomitmen untuk tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir. Selain itu, Teheran juga disebut bersedia membuka negosiasi mengenai penghentian program pengayaan uranium serta penghapusan stok uranium dengan tingkat pengayaan tinggi yang dimilikinya.
Baca Juga:
Trump Lempar Ancaman Baru ke Iran: Waktu Sangat Penting Deal Atau Rata!
"Draf kesepakatan juga mencakup komitmen dari Iran untuk tidak pernah mengejar senjata nuklir dan untuk bernegosiasi mengenai penghentian program pengayaan uranium serta penghapusan stok uranium yang diperkaya tingkat tinggi," tulis Axios.
Dua sumber yang mengetahui proses negosiasi mengatakan Iran bahkan telah memberikan komitmen verbal kepada AS melalui mediator terkait sejauh mana konsesi yang bersedia diberikan Teheran dalam isu pengayaan uranium dan material nuklirnya.
"Iran memberikan komitmen verbal kepada AS melalui mediator mengenai cakupan konsesi yang bersedia mereka lakukan terkait penghentian pengayaan uranium dan penyerahan material nuklir," kata dua sumber tersebut kepada Axios.
Baca Juga:
Jika AS Mau Lanjutkan Perundingan Damai, Taheran Tetapkan 5 Syarat Baru
Dalam proposal itu, AS juga disebut bersedia membuka pembicaraan lebih lanjut terkait pencabutan sanksi ekonomi dan pembebasan dana Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.
"AS juga akan setuju untuk bernegosiasi mengenai pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran selama periode 60 hari," demikian isi laporan tersebut.
Meski demikian, hingga kini Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut. Reuters melaporkan pihak Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai isi kesepakatan yang sedang dinegosiasikan itu.