Kepala Badan Komunikasi Strategis
Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menilai, kritik
yang dilayangkan Ibas pada pemerintah soal penanganan Covid-19 adalah hal
wajar.
Ia mengatakan, kritikan Ibas adalah
bentuk keprihatinan atas lonjakan kasus dan angka kematian akibat Covid-19 yang
relatif tinggi.
Baca Juga:
Tanggapi RUU TNI, Andi Arief Ingatkan Dulu Ada Jendral Aktif yang Tangani Bencana dan Covid
"Kalau Mas Ketum AHY kemudian
kritik keras pemerintah terkait penanganan Covid-19, lalu Mas Ibas selaku Ketua
FPD maupun Waketum DPP PD mengkritik keras pemerintah, itu kan wajar-wajar saja," katanya.
"Kami punya keprihatinan atas
situasi saat ini. Nyawa rakyat yang diperjuangkan ini," lanjutnya kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).
Karena itu, Herzaky mengaku heran melihat
absensinya Ibas dalam rapat Komisi VI DPR RI bersama Menteri BUMN Erick Thohir
menuai sindiran dari Andre Rosiade.
Baca Juga:
Ibas Soroti Plagiarisme dan Royalti: Penulis Indonesia Butuh Regulasi yang Adil
"Ini kan yang bicara anggota Dewan. Kalau level buzzer kita masih memaklumi, memang
levelnya segitu," sentilnya.
"Kita sedang membahas nasib nyawa
rakyat, dia malah bahas daftar hadir. Logical
fallacy benar ini," ujar Herzaky.
Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, selama ini kader Demokrat kesulitan untuk memberi masukan di
Parlemen.