Ia menyebut PAN juga telah menjalin hubungan yang lama dengan Prabowo.
"Kenapa PAN mengambil keputusan itu? Kami sudah 10 tahun bareng-bareng dengan Pak Prabowo. Kalau tinggal sedikit, kenapa tidak sabar? Kami meyakini perjuangan 10 tahun akan tuntas," ucap dia.
Baca Juga:
Koalisi Permanen Prabowo: Soliditas Kian Erat, NasDem Masih Pikir-pikir
Ia menekankan bakal melanjutkan capaian Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama ini bersama Prabowo nantinya.
Pria yang juga Menteri Perdagangan itu menegaskan Indonesia harus dipimpin orang yang tepat jika ingin jadi negara maju.
"Kalau kita bisa punya pemimpin yang tepat, maka cita-cita Indonesia merdeka dan 100 tahun Indonesia merdeka, menjadi negara yang maju InsyaAllah bisa kita capai," kata Zulhas.
Baca Juga:
Soal Penambahan Kewenangan Polri-TNI hingga Kejaksaan, Koalisi Sipil Menolak Keras
Usai bergabungnya PAN dan Golkar, maka Prabowo telah mengantongi lima dukungan parpol untuk maju bertarung di Pilpres 2024.
Partai Gerindra, PKB, PAN, dan Golkar sebagai partai pengusung dan PBB besutan Yusril Ihza Mahendra sebagai partai pendukung.
Dukungan dari partai nonparlemen