WahanaNews.co | Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad
Sahroni, meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri
mengusut tuntas kasus tewasnya seorang tahanan bernama Herman, yang sebelumnya ditahan di Polres Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dia juga meminta Mabes Polri menindak
para oknum yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Herman selama menjadi
tahanan di Polres Balikpapan.
Baca Juga:
Eksekusi Lahan Berakhir Ricuh, 14 Orang Ditetapkan Tersangka di Polman
Hal ini untuk mengungkap apakah betul
ada oknum polisi yang melakukan penganiayaan atau tindakan yang melanggar hukum
terhadap korban.
"Kalau memang sampai terbukti adanya
pelanggaran, Kadiv Propam harus menindak cepat dan tegas oknum tersebut," ujar
Sahroni, dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/2/2021) kemarin.
Sahroni beranggapan, adanya indikasi
tindakan penganiayaan atas kematian Herman di Polres Balikpapan tidak bisa
dibiarkan, karena itu Kadiv Propram harus menyelidiki penyebab tewasnya korban
dengan penuh tanggung jawab dan transparan.
Baca Juga:
Baru Masuk Sel, Tersangka Cabul Dihajar 7 Tahanan hingga Tewas! Ini Kata Polisi
Dia juga menyesalkan kejadian tahanan
tewas saat masih menjalani proses penyidikan di kepolisian terulang kembali
karena sebelumnya pernah terjadi di Polres Tangerang Selatan pada Desember
2020, seorang tahanan Polres Tangsel meninggal dunia dengan luka memar dan
lebam di tubuhnya.
"Kasus seorang tahanan yang tiba-tiba
dipulangkan dalam keadaan tewas sudah sering terjadi dan ini tidak bisa
dibiarkan. Desember lalu, kasus serupa juga baru saja terjadi di Polres
Tangsel," katanya.
Politikus Partai NasDem itu menilai
kalau memang benar terjadi dugaan penganiayaan, berarti oknum kepolisian benar-benar
tidak ada penghargaan terhadap nyawa dan martabat orang lain. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.