Hasil survei ini juga mengungkap partai politik urutan terendah yang berada di bawah PAN yakni Perindo dengan perolehan suara 1,2 persen, Partai Garuda 0,2 persen, PBB 0,1 persen, Hanura 0,1 persen, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berada di juru kunci dengan suara 0,1 persen.
Lebih lanjut, Abdul juga menuturkan bahwa Gerindra menjadi partai yang paling banyak mendapatkan tambahan suara sebesar 6,4 persen.
Baca Juga:
Gerindra Dukung Pilkada Lewat DPRD, Dinilai Lebih Efisien dan Minim Ongkos Politik
Sementara mayoritas parpol lainnya justru mengalami penurunan suara jika dibandingkan dengan hasil survei di Pileg 2019.
"Pengurangan suara terbanyak dialami oleh PKB yang mencapai 7,8 persen, yakni dari 9,7 persen suara pada pemilu 2019 turun menjadi 1,9 persen," jelasnya.
Selanjutnya PAN mengalami penurunan suara sebanyak 5,1 persen, Nasdem menurun 3,9 persen, Golkar 3,4 persen, PKS 2,4 persen, dan PPP 2,2 persen.
Baca Juga:
Soal Pilkada Lewat DPRD, Prasetyo Hadi Sebut Gerindra Ambil Langkah Berani
Sementara sisanya yakni Demokrat tercatat hanya mengalami penurunan sebesar 1,5 persen dan PDIP hanya sebanyak 1 persen.
Kendati demikian, Abdul menjelaskan dalam survei yang sama tingkat pemilih yang belum menentukan dukungan terhadap partai politik masih mencapai 29 persen.
"Komposisi perolehan suara parpol sangat mungkin berubah jika suara yang belum memutuskan ini sudah memiliki pilihan," tuturnya.