Ia menegaskan pemerataan manfaat investasi harus menjadi bagian dari desain besar Danantara.
“Ini musti juga dipikirkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Prabowo Paparkan Transformasi Nasional di Washington DC: Dari Sekolah Digital hingga Danantara
Di sisi lain, Hensa menilai Danantara perlu membangun komunikasi publik yang kuat dan inklusif.
“Danantara harus membangun komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis bukti,” ujar Hensa.
Ia mengingatkan tanpa komunikasi yang baik, Danantara berisiko dipersepsikan sebagai instrumen sentralisasi kekuasaan.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Pastikan Keamanan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
“Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, Danantara akan dianggap sebagai instrumen sentralisasi dan elitisme politik,” katanya.
Menurut Hensa, komunikasi publik harus mampu menjawab kekhawatiran daerah dan membuka ruang dialog.
Ia menilai publik membutuhkan narasi keadilan yang disertai bukti konkret.