Ia menegaskan pemerataan manfaat investasi harus menjadi bagian dari desain besar Danantara.
“Ini musti juga dipikirkan,” ujarnya.
Baca Juga:
Rencana Danantara Pangkas 1.000 BUMN Jadi 300 Disorot Lembaga Pemeringkat Internasional
Di sisi lain, Hensa menilai Danantara perlu membangun komunikasi publik yang kuat dan inklusif.
“Danantara harus membangun komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis bukti,” ujar Hensa.
Ia mengingatkan tanpa komunikasi yang baik, Danantara berisiko dipersepsikan sebagai instrumen sentralisasi kekuasaan.
Baca Juga:
Danantara Angkat Tangan, Negosiasi Kapal Pertamina di Selat Hormuz Bukan Ranahnya
“Jika tidak dikomunikasikan dengan baik, Danantara akan dianggap sebagai instrumen sentralisasi dan elitisme politik,” katanya.
Menurut Hensa, komunikasi publik harus mampu menjawab kekhawatiran daerah dan membuka ruang dialog.
Ia menilai publik membutuhkan narasi keadilan yang disertai bukti konkret.