WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gelombang suksesi kepemimpinan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang Muktamar ke-35 NU, setelah Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis 14 nama yang dinilai berpeluang menduduki kursi Ketua Umum PBNU.
Jakarta (25/2/2026) -- Peneliti Insantara Wildan Efendy mengatakan, pemetaan tersebut disusun berdasarkan tiga indikator utama, yakni tingkat popularitas, rekam jejak, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus hingga warga NU.
Baca Juga:
Gus Yahya Dipulihkan, PBNU Benahi Tata Kelola Organisasi
"Berdasarkan hal itu, terdapat 14 nama yang terbagi dalam empat klaster," kata dia.
Dua nama yang masuk dalam daftar tersebut adalah petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Empat klaster yang dimaksud mencakup kelompok internal PBNU, yakni Gus Yahya, Mohammad Nuh, Syaifullah Yusuf, dan Zulfa Mustofa.
Baca Juga:
Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Sebut Ada Bukti Tambahan
Klaster Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) terdiri atas Abdul Ghaffar Razin, Abdul Hakim Mahfudz, dan Juhadi Muhammad.
Sementara itu, klaster tokoh NU dan pesantren meliputi Imam Jazuli, Abdussalam Shohib, Yusuf Chudlori, serta Marzuqi Mustamar.
Adapun klaster tokoh politik dan pemerintahan diisi oleh Cak Imin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.