WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penggeledahan rumah politikus PDI Perjuangan, Ono Surono, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandung membuka babak baru dalam pengusutan kasus dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi, yang menyeret nama Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang dan pihak swasta Sarjan.
Rabu (1/4/2026) -- Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa langkah penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan aliran dana yang diterima Ono Surono dari tersangka Sarjan, yang merupakan pihak swasta dalam perkara ini.
Baca Juga:
KPK Periksa Direktur Karabha Digdaya dalam Kasus Suap Hakim PN Depok
"Ya, di antaranya itu (terkait dugaan uang diterima oleh Ono dari Sarjan)," kata Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam proses penyidikan yang masih berjalan, KPK menekankan pentingnya pengumpulan keterangan yang saling menguatkan guna membangun konstruksi perkara yang utuh dan komprehensif.
"Jadi dalam proses penyidikan tentu penyidik membutuhkan keterangan-keterangan yang bisa saling mengkonfirmasi, bisa saling melengkapi sehingga ini menjadi sebuah konstruksi yang bulat sehingga penyidik nanti bisa menyimpulkan peran dari masing-masing pihak itu seperti apa dalam rangkaian konstruksi perkara suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi," tutur Budi.
Baca Juga:
Polemik Tahanan Rumah Yaqut, Dewas KPK Akhirnya Buka Suara
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari lanjutan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait praktik suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang saat ini tengah didalami secara intensif oleh KPK.
Rabu (1/4/2026) -- Budi menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan di kediaman Ono Surono yang berlokasi di Kota Bandung, dan hingga saat ini proses tersebut masih berlangsung.
"Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, hari ini Rabu (1/4), penyidik melakukan penggeledahan di rumah saudara ONS, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di Kota Bandung," terang Budi.