WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kabar duka menyelimuti lingkungan TNI Angkatan Darat setelah Brigjen TNI Franz Yohannes Purba dilaporkan meninggal dunia, meninggalkan jejak panjang pengabdian di dunia militer Indonesia.
Brigjen TNI Franz Yohannes Purba wafat pada Senin (23/3/2026) dan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Lantai Dasar Ruang E dan F.
Baca Juga:
Libatkan Tiga Matra, Program Komcad ASN Tunggu Arahan Mabes TNI
Jenazah almarhum direncanakan dimakamkan pada Selasa (24/3/2026) sebagai penghormatan terakhir atas dedikasinya kepada negara.
Sebelum wafat, ia menjabat sebagai Direktur Lembaga Secapa Angkatan Darat, posisi strategis dalam pembinaan calon perwira TNI AD.
Lahir di Pekanbaru pada 12 Mei 1974, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai disiplin dan keteguhan sejak dini.
Baca Juga:
TNI AD Kerahkan Mobil Damkar Suplai Air Bersih untuk Korban Banjir Sumbar
Ayahnya H. Andreas Purba dan ibunya Theodora M. menjadi sosok penting yang mendukung perjalanan hidupnya hingga mencapai posisi tinggi di institusi militer.
Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pekanbaru sebelum melanjutkan ke Akademi Militer dan lulus pada 1995 sebagai awal karier militernya.
Dalam perjalanan kariernya, ia mengikuti berbagai pendidikan militer seperti Sesarcabif, Dik PARA, Dik Raider, Dik Taipur, Diklapa I dan II, serta Seskoad pada 2010.
Pendidikan militernya mencapai puncak saat ia menyelesaikan Sesko TNI pada 2020 yang memperkuat kapasitas kepemimpinan strategisnya.
Karier militernya dimulai sebagai Perwira Muda di Pussenif pada 1995 dan terus berkembang melalui berbagai penugasan di satuan infanteri.
Ia pernah bertugas di Yonif 741/Satya Bhakti Wirottama sebagai Danton dan Pasi Intel serta terlibat dalam operasi militer seperti Operasi Seroja dan Operasi Damai Cartenz.
Dalam jenjang kepemimpinan, ia dipercaya menjabat sebagai Komandan Yonif Raider 514/Sabbada Yudha pada 2012 hingga 2014 dan Komandan Kodim 1705/Paniai pada 2014 hingga 2015.
Kariernya terus menanjak saat ia menjabat Kepala Staf Brigif Linud 3/Tri Budi Sakti serta Komandan Brigif Raider 9/Dharaka Yudha.
Ia juga pernah menjabat sebagai Asisten Operasi Kasdivif 2/Kostrad dan Asops Kasdam I/Bukit Barisan sebelum menjadi Staf Ahli Pangdam I/Bukit Barisan di bidang Ideologi Politik serta Hukum dan Humaniter.
Setelah menyelesaikan pendidikan Sesko TNI, ia dipercaya sebagai Wakil Komandan Resimen Taruna Akademi Militer pada 2021 hingga 2023.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Danrem 173/Praja Vira Braja pada 2023 hingga 2024 sebelum dipercaya sebagai Kepala Koordinator Dosen Akademi Militer pada 2024 hingga 2025.
Puncak kariernya dicapai saat ia menjabat sebagai Direktur Lembaga Secapa Angkatan Darat sejak 3 Januari 2025 hingga akhir hayatnya.
Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan calon perwira TNI AD agar siap menghadapi tantangan militer modern.
Dedikasi panjang dan kontribusinya menjadikan Brigjen TNI Franz Yohannes Purba sebagai salah satu sosok penting dalam dunia pendidikan militer Indonesia hingga akhir hayatnya, Senin (23/3/2026).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]