WAHANANEWS.CO, Jakarta - Penolakan keras terhadap wacana Polri berada di bawah kementerian disampaikan langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026), dengan pernyataan lugas yang langsung menyita perhatian forum.
Di hadapan anggota dewan, diungkapkan Sigit, dirinya pernah beberapa kali ditawari untuk menjadi Menteri Kepolisian, bahkan pesan tersebut ada yang disampaikan secara langsung melalui aplikasi WhatsApp.
Baca Juga:
Mabes Polri Luncurkan Direktorat PPA-PPO di 11 Polda dan 22 Polres
"Jadi, kalau tadi saya harus memilih, karena beberapa kali ada yang menyampaikan kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun, kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, 'mau enggak pak kapolri jadi menteri kepolisian?'," ungkap Sigit dalam rapat tersebut, Senin (26/1/2026).
Menanggapi tawaran itu, ditegaskan Kapolri, dirinya lebih memilih meninggalkan jabatan dan menjadi petani dibandingkan harus memimpin Polri yang ditempatkan di bawah kementerian.
"Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak ibu sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," ujar dia.
Baca Juga:
TNI–Polri Kerahkan Puluhan Ribu Personel, Negara Hadir Penuh Pulihkan Sumatra Pascabencana
Pernyataan tegas itu langsung disambut celetukan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang mencairkan suasana rapat.
"Menyala ini Pak Kapolri," ujar Habiburokhman.
Dilanjutkan Sigit, penempatan Polri di bawah kementerian dinilainya bukan sekadar perubahan struktur, melainkan langkah yang berpotensi melemahkan institusi kepolisian secara sistemik.
"Saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden," tutur dia.
Oleh karena itu, ditegaskan Kapolri, dirinya lebih memilih dicopot dari jabatan dibandingkan menyetujui pembentukan Menteri Kepolisian yang membawahi Polri.
"Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih kapolri saja yang dicopot," ungkap dia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]