“Kami minta militer tidak melakukan aksi penangkapan secara sembarangan terhadap warga sipil di Kabupaten Maybrat,” tegasnya.
Selain melakukan penembakan, kelompok tersebut juga mengklaim telah merampas dua pucuk senjata milik prajurit TNI yang menjadi korban.
Baca Juga:
Trump Ngaku Ada Pembicaraan, Iran Langsung Tepis: Itu Manipulasi
“Yang kami rampas, oleh kelompok OPM Sorong Raya di bawah pimpinan Denny Moos,” ujar dia.
Sementara itu, TNI meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan di sejumlah wilayah rawan pasca insiden tersebut.
“Mana perlu menjadi pengawasan ketat dan mana yang tambah pasukannya,” kata Brigjen TNI Slamet Riadi kepada wartawan di Kota Sorong.
Baca Juga:
Ikuti Google Maps, Pemudik Banyumas Nyasar ke Hutan Pemalang
Langkah pengamanan juga diperkuat melalui koordinasi dengan Satgas Habema guna melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat dalam penyerangan.
“Sehingga kedepan jika ada gangguan-gangguan lagi kita akan cepat bertindak,” ujarnya.
TNI juga telah mengidentifikasi pelaku dan menyiapkan langkah lanjutan untuk memastikan penegakan hukum berjalan tepat sasaran.