WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memilih memperpanjang penelusuran perkara dugaan korupsi kuota haji dengan memeriksa saksi-saksi lain sebelum menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka utama.
Langkah itu diambil KPK dalam penanganan kasus dugaan rasuah pada penyelenggaraan dan pembagian kuota haji di Kementerian Agama yang telah menetapkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka.
Baca Juga:
OTT Pejabat Pajak, Menkeu Purbaya Siapkan Mutasi hingga Pemecatan
“Penyidik juga masih akan terus memanggil saksi-saksi yang dibutuhkan untuk menerangkan,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) -- menandai bahwa proses penyidikan masih terus berjalan.
Ia menjelaskan, perkara dugaan korupsi kuota haji belum berhenti dan masih didalami dari berbagai sisi oleh penyidik.
Baca Juga:
KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati, Dokumen Diangkut dalam Koper
“Baik soal diskresi yang dilakukan di Kementerian Agama, kemudian distribusi kuota, jual beli kuota, hingga aliran uang,” ujar Budi.
KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara ini, yakni eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan eks Staf Khusus Menteri Agama Isfan Abidal Aziz alias Gus Alex.
Lembaga antirasuah memastikan kasus dugaan korupsi tersebut akan dituntaskan hingga tahap persidangan.
Permasalahan utama dalam perkara ini berawal dari pembagian kuota haji tambahan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Indonesia sejatinya memperoleh tambahan 20 ribu kuota haji dari Arab Saudi untuk mempercepat antrean jemaah.
Dari jumlah tersebut, pemerintah seharusnya membagi kuota dengan porsi 92 persen untuk haji reguler dan delapan persen untuk haji khusus.
Namun dalam praktiknya, pembagian kuota justru dilakukan secara rata, masing-masing sebesar 50 persen.
KPK sebelumnya telah memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama untuk mengusut perkara ini.
Selain pejabat internal, penyidik juga meminta keterangan dari pihak penyedia jasa travel umrah.
Salah satu yang telah dimintai keterangan adalah penceramah Ustaz Khalid Basalamah.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]