WahanaNews.co, Jakarta - Mantan Ketua KPK, Firli Bahuri, mencabut gugatan praperadilan terkait status tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Iya betul (cabut gugatan praperadilan)," kata kuasa hukum Firli, Fahri Bachmid saat dikonfirmasi, Jumat (26/01/24).
Baca Juga:
Dalam 3 Bulan Polda Metro Tangkap 2.054 Tersangka Narkoba, Ada 15 Anak
Kendati demikian, Fahri belum menjelaskan soal alasan pencabutan gugatan itu jelang pelaksanaan sidang perdana yang diagendakan pada Selasa (30/01/24).
"Ada beberapa alasan teknis," ucap Fahri.
Sebelumnya, Firli kembali menggugat status tersangka kasus dugaan korupsi termasuk pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Polda Metro Jaya ke PN Jakarta Selatan.
Baca Juga:
Kasus Pembakaran Kios Kalibata Imbas Ricuh Matel, Polisi Periksa 20 Saksi
Jika sebelumnya Firli menggugat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, kali ini ia melayangkan gugatan ke Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus)Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.
Perkara tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara: 17/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL dengan klasifikasi perkara sah atau tidaknya penetapan tersangka.
Ini merupakan kali kedua Firli berupaya lolos dari proses penegakan hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya. Pada gugatan pertama, hakim tunggal PN Jakarta Selatan Imelda Herawati memutuskan tidak dapat menerima permohonan Praperadilan Firli.