Dalam salah satu kapal, Josef, terdapat seorang WNI, Andi Angga Prasadewa, yang merupakan delegasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)–Rumah Zakat.
Sementara itu, satu kapal lain yang membawa jurnalis Indonesia dari Republika, Bambang Noroyono, hingga kini belum dapat dihubungi.
Baca Juga:
Pemerintahan Prabowo Kecam Keras Tindakan Militer Israel Tahan Jurnalis RI
"Kapal yang membawa jurnalis Bambang Noroyono sampai saat ini masih belum dapat dihubungi dan belum diketahui statusnya," kata juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang.
Kemlu menyebut situasi di lapangan masih dinamis dan terus berkembang. Pemerintah Indonesia juga mendesak agar seluruh kapal dan awak segera dibebaskan.
"Kami mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan," ujar Yvonne.
Baca Juga:
CAJ Gelar Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, Tegaskan Solidaritas Jurnalis ASEAN
Kemlu menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif, termasuk perlindungan dan kemungkinan pemulangan WNI.
Perwakilan media Republika mengonfirmasi bahwa dari sembilan WNI dalam rombongan GSF, ada dua jurnalis mereka, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menegaskan keselamatan mereka menjadi perhatian serius.