Tepat setelah pukul 10:30 di Siprus (07:30 GMT) pada Senin (18/05), siaran langsung video di situs web GSF menunjukkan pasukan komando di atas kapal penyerbu mendekati sebuah kapal layar, kemudian menaikinya saat para penumpang mengangkat tangan mereka.
"Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan [Israel] menaiki kapal pertama kami di siang bolong," kata penyelenggara GSF dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga:
Pemerintahan Prabowo Kecam Keras Tindakan Militer Israel Tahan Jurnalis RI
"Kami menuntut jalur aman untuk misi kemanusiaan kami yang sah dan non-kekerasan," tambahnya. "Pemerintah harus bertindak sekarang untuk menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan ini yang dimaksudkan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza."
Pada Senin (18/05) sore, pihak penyelenggara mengumumkan bahwa pasukan Israel sejauh ini telah mencegat 16 kapal dalam flotila tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Israel telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mengizinkan pelanggaran apa pun terhadap blokadenya di Gaza, yang mereka tegaskan sah secara hukum, dan meminta flotila tersebut untuk berbalik arah.
Baca Juga:
CAJ Gelar Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, Tegaskan Solidaritas Jurnalis ASEAN
"Sekali lagi, provokasi demi provokasi: apa yang disebut 'flotila bantuan kemanusiaan' lainnya tanpa ada bantuan kemanusiaan," kata sebuah unggahan di X.
GSF mengatakan para aktivis di atas kapal membawa makanan, susu formula bayi, dan bantuan medis untuk warga Palestina di Gaza, di mana kondisi kehidupan sangat memprihatinkan dan sebagian besar dari 2,1 juta penduduknya mengungsi, meskipun ada gencatan senjata yang disepakati oleh Israel dan Hamas Oktober lalu.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut Gaza sebagai wilayah yang "dibanjiri bantuan", dengan mengatakan lebih dari 1,5 juta ton bantuan dan ribuan ton pasokan medis telah memasuki wilayah tersebut selama tujuh bulan terakhir.