Wartawan Tempo TV, Andre Prasetyo Nugroho, disebut mengirim video pesan darurat atau SOS.
Setelah sempat tidak dapat dihubungi, Andre mengirimkan video berdurasi 53 detik kepada tim GPCI.
Baca Juga:
Pemerintahan Prabowo Kecam Keras Tindakan Militer Israel Tahan Jurnalis RI
Video tersebut merupakan salah satu protokol yang telah disiapkan peserta pelayaran Global Sumud Flotilla. Para peserta diminta merekam pesan darurat untuk dipublikasikan apabila tentara Israel menangkap atau memutus komunikasi mereka selama misi berlangsung.
"Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini, tandanya saya telah ditangkap oleh rezim Zionis Israel," ujar Andre dalam video tersebut, dikutip dari Tempo, Senin malam (18/05).
Dalam pernyataan resminya, GSF menyebut armadanya yang terdiri dari kapal-kapal sipil tengah berlayar untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan ke Gaza ketika dikepung oleh kapal perang Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari wilayah tersebut.
Baca Juga:
CAJ Gelar Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, Tegaskan Solidaritas Jurnalis ASEAN
Mereka menggambarkan situasi ini sebagai kelanjutan dari pola intersepsi sebelumnya terhadap kapal sipil dalam misi serupa, termasuk insiden beberapa minggu sebelumnya.
"Pengepungan militer ini menandai dimulainya kembali agresi ilegal di laut lepas," tulis mereka pada pernyataan bertanggal 18 Mei 2026.
GSF menegaskan bahwa seluruh peserta dalam armada tersebut adalah warga sipil tak bersenjata—termasuk tenaga medis, jurnalis, dan relawan—dan menyatakan bahwa tindakan intersepsi di perairan internasional melanggar hukum maritim dan prinsip kebebasan navigasi.