Tak hanya itu, publik juga menyoroti akun media sosial @ghazyysuck3r, yang diduga milik anak Kapolda Kalsel, karena sering memamerkan gaya hidup mewah atau flexing.
Salah satu unggahan yang ramai dibahas adalah transaksi rekening dengan nominal lebih dari Rp1 miliar serta perjalanan menggunakan jet pribadi.
Baca Juga:
Propam Gelar Sidang Etik Oknum Polisi di Polda Sumut, Putusan Pekan Depan
"Bangun, coba lihat ini, anaknya bisa transfer lebih dari Rp1 miliar dan naik jet pribadi," tulis salah satu netizen di platform X, menandai akun-akun pejabat terkait, termasuk @DivHumas_Polri dan @ListyoSigitP.
Kasus ini kembali menimbulkan perdebatan mengenai efektivitas reformasi kultural di tubuh Polri yang selama ini digaungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Salah satu poin utama reformasi tersebut adalah seruan untuk hidup sederhana agar institusi kepolisian lebih dekat dengan masyarakat.
Baca Juga:
Dedi Suheri : Tindak Jika Ada Oknum Bekingi Perjudian STM di Samping Jalan Mesjid Simpang Pasar 9 Tembung
Menanggapi kritik ini, Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja kepolisian.
"Kami sangat menghargai pengawasan dan perhatian publik terhadap institusi Polri," tulis Divpropam melalui akun media sosial resminya, Kamis (27/2/2025).
Propam juga menegaskan bahwa evaluasi internal akan terus dilakukan guna memastikan seluruh anggota Polri tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dan integritas.