WAHANANEWS.CO, Jakarta - Di wilayah yang masih dibayangi kontak senjata dan serangan kelompok bersenjata, Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memilih menyapa warga sambil tetap menggenggam senjata.
Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 mengemban misi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di 10 kabupaten di Tanah Papua dengan mengedepankan patroli humanis di tengah situasi rawan gangguan keamanan, Senin (02/03/2026).
Baca Juga:
Ahok Hadir Jadi Saksi, Sidang Korupsi LNG Pertamina Kembali Disorot
Pendekatan tersebut dilakukan agar personel lebih dekat dengan masyarakat di wilayah yang kerap mengalami gangguan KKB sehingga kehadiran aparat dapat dirasakan sebagai pelindung, bukan ancaman.
Satgas ODC mulai beroperasi sejak 2022 menggantikan Satgas Newangkawi dan dalam pelaksanaan tugasnya anggota lebih banyak berjalan kaki menyusuri medan berat, termasuk di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Distrik Sinak yang merupakan satu dari 25 distrik di Kabupaten Puncak dengan jumlah penduduk sekitar 5.207 jiwa itu tergolong rawan karena akses antarkampung hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sepeda motor, atau pesawat kecil seperti Cessna dan PAC.
Baca Juga:
Bareskrim Gerebek Meja Goyang Timah Ilegal, 16 Ton Pasir Timah Sempat Diselundupkan
Sepanjang 2025, Distrik Sinak beberapa kali menjadi lokasi kontak tembak antara aparat TNI-Polri dan KKB serta penyerangan terhadap warga sipil.
Pada 3 Februari 2025, kelompok bersenjata pimpinan Kalenak Murib dan Tenius Kulua membakar kantor kampung serta bangunan SD Negeri di Kampung Kelemame dan Kampung Pasir Putih.
Kemudian pada 2 Mei 2025 terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan KKB pimpinan Kelagak Telenggen di Kampung Tagalame, Distrik Sinak Barat, yang menyebabkan seorang anggota aparat terluka.