Insiden lainnya terjadi pada 25 Juni 2025 ketika kontak tembak antara TNI dan KKB mengakibatkan seorang anggota KKB bernama Wendanus Murib tewas.
Dalam situasi tersebut, personel ODC tetap membawa senjata api lengkap saat patroli sebagai bentuk kewaspadaan untuk merespons potensi serangan bersenjata.
Baca Juga:
Bareskrim Gerebek Meja Goyang Timah Ilegal, 16 Ton Pasir Timah Sempat Diselundupkan
Meski bersenjata, anggota tetap menyapa warga dengan cara khas masyarakat pegunungan, yakni berjabat tangan dengan mengaitkan jari dan menariknya bersama hingga berbunyi sambil menyapa.
Menurut Kaops Damai Cartenz-2026 Faizal Rahmadani, pendekatan itu dilakukan tanpa menurunkan kewaspadaan demi menjaga keamanan personel dan masyarakat.
"Tidak setiap patroli anggota melakukan pengobatan ke warga mengingat wilayah itu rawan gangguan kelompok bersenjata," kata Brigjen Pol Faizal.
Baca Juga:
Keji! Istri Mau Melahirkan, Suami di Malaka NTT Malah Bacok Pakai Parang
Selain menyapa, anggota patroli juga membawa obat-obatan ringan untuk membantu warga yang sakit, termasuk mendatangi rumah warga yang mengalami luka ringan atau sakit seperti batuk dan pilek.
Petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan imbauan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan keamanan lingkungan.
Jika ditemukan warga dengan kondisi sakit cukup berat, anggota patroli akan berkoordinasi dengan polsek, tokoh masyarakat, dan keluarga agar pasien dibawa ke puskesmas meskipun harus menggunakan tandu karena keterbatasan transportasi.