WahanaNews.co | Nama Gibran Rakabuming Raka disebut sebagai calon kuat yang bisa
menandingi Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta.
Pernyataan itu menjadi sorotan setelah
dilontarkan oleh Eks Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.
Baca Juga:
59 Pejabat Dilantik, Pramono Anung Tata Birokrasi DKI Jakarta
Arief mengatakan, hingga kini belum
ada pesaing yang kuat. Gibran disebut bisa menjadi penantang kuat yang sepadan
dengan Anies Baswedan.
Sebelumnya, Arief Poyuono menilai, belum ada tokoh yang bisa menyaingi Anies Baswedan hingga saat
ini jika Pilkada DKI Jakarta digelar.
Namun, langkah Anies untuk merengkuh
kembali posisi DKI 1 bisa tak mudah bila putra Presiden Joko Widodo, Gibran
Rakabuming Raka, ikut dalam kontestasi Pilkada DKI.
Baca Juga:
Blunder Lidah Ahmad Dhani Berujung Sidang Etik, MKD: Harus Minta Maaf
"Cuma, akan lain
cerita kalau Gibran, Wali Kota Solo, ikut maju dalam Pilkada DKI Jakarta. Pasti akan jadi
saingan berat bagi Anies Baswedan untuk menang di Pilkada DKI
Jakarta," kata Arief, Sabtu (6/2/2021).
Mengenai prediksi Gerindra akan
mengusung kembali Anies Baswedan, Arief menyebut hal tersebut merupakan urusan
petinggi Gerindra.
"Cuma, kalau
diusung Gerindra dan menang lagi, maka Anies Baswedan akan
mengikuti jejak Jokowi, maju di Pilpres
2024, dan akan makin menipis harapan Prabowo untuk menang di Pilpres
2024," kata Arief.
Pasalnya, kata Arief, kampanye Pilkada
DKI Jakarta akan jadi magnet yang akan menyedot
perhatian nasional.
"Anies akan diuntungkan untuk
popularitasnya, apalagi jika sampai menang,"
tuturnya.
Di sisi lain, pengamat politik dan
Direktur IndoStrategi, Arif Nurul Imam, menilai, pendapat Arief Poyuono itu bisa saja benar.
"Anies Baswedan hanya bisa
disaingi oleh Gibran, bisa saja benar," kata Arif,
Rabu (10/2/2021).
Arif menyebut sejumlah faktor yang
membuat Anies Baswedan bertarung kembali di Pilkada DKI Jakarta.
Selain berstatus Gubernur DKI Jakarta,
kata Arif, Anies juga memiliki elektabilitas yang tinggi dalam bursa Capres maupun Pilkada DKI berikutnya.
"Itu sebabnya, penantang yang
sepadan boleh jadi, antara lain, Gibran, Wali Kota Solo, yang notabene-nya anak Presiden," kata Arif.
Diakui atau tidak, kata Arif, Anies
hari ini memiliki modal politik besar untuk bertarung di gelanggang elektoral, baik Pilkada dan Pilpres.
Arif juga menyebutkan kekuatan lain
Gibran Rakabuming Raka menjadi penantang Anies Baswedan.
"Iya, kekuatan
lain Gibran adalah milenial. Padahal, suara milenial lumayan mendominasi, sehingga bisa potensial jadi ceruk pemilih untuk jadi lumbung
suara," tuturnya.
Anies Bertemu Prabowo
Menteri Pertahanan sekaligus Ketua
Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pekan lalu.
"Benar pekan lalu (melakukan
pertemuan)," ujar Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (5/2/2021).
Namun, Dahnil tidak menjelaskan topik
pembicaraan yang dibahas Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Ia meminta persoalan tersebut
ditanyakan kepada Anies Baswedan secara langsung.
Dihubungi terpisah, Ketua Harian DPP
Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan, pertemuan tersebut hanya silahturahmi antar kedua
belah pihak, tanpa membicarakan isu Pilkada DKI Jakarta.
"Silahturahmi biasa, tidak ada
hal yang khusus," ucap Dasco.
Diketahui, revisi UU
Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu masuk dalam program legislasi nasional
(Prolegnas) prioritas 2021 yang akan dibahas DPR.
RUU tersebut menggabungkan UU Pemilu
Nomor 7 tahun 2017 dan UU Pilkada Nomor 10 tahun 2016.
Naskah revisi UU Pemilu itu salah satunya mengatur pelaksanaan
Pilkada pada 2022 dan 2023.
DKI Jakarta turut menjadi daerah yang
menggelar Pilkada tersebut.
Dalam UU Pemilu sebelumnya, Pilkada
serentak di seluruh provinsi, kabupaten dan kota digelar pada 2024 bersamaan
dengan pemilihan anggota DPR, DPRD, DPD dan Presiden.
Tiga fraksi di DPR menginginkan Pemilu
Nasional dan Daerah dilaksanakan pada 2024, di
antaranya PDIP, PPP, dan PKB. [qnt]