WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri periode 1999–2001 Alwi Shihab menilai keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) sebagai langkah strategis untuk mendorong perubahan nyata dalam konstelasi perdamaian di Gaza sekaligus memperkuat perjuangan kemerdekaan Palestina secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa langkah diplomasi tersebut tidak bisa dilepaskan dari sikap konsisten Presiden Prabowo Subianto yang terus menyuarakan dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Palestina–Israel.
Baca Juga:
Izin Dicabut, UNRWA Kecam Israel: Gaza Butuh Bantuan Bukan Pembatasan
“Yang paling penting dalam penjelasan beliau adalah bahwa Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmen terhadap perjuangan Palestina dan tetap menginginkan adanya two-state solution, itu kalau istilah awamnya adalah harga mati,” ujar Alwi usai bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026) --.
Alwi menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP sama sekali tidak dapat dimaknai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Palestina karena justru menjadi instrumen diplomasi aktif untuk memperjuangkan hak-hak mereka di forum internasional.
“Dukungan Presiden Prabowo terhadap Palestina tidak bisa ditawar karena merupakan bagian dari strategi diplomasi aktif dan konsisten Indonesia di kancah global, bukan kompromi atas hak-hak rakyat Palestina,” tegasnya.
Baca Juga:
UNRWA Krisis Pendanaan, Ratusan Ribu Anak Palestina Terancam Kehilangan Layanan
Diplomat senior itu juga secara terbuka menolak pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tidak ada masa depan bagi solusi dua negara dalam konflik Israel–Palestina.
“Jadi tidak perlu didengarkan Netanyahu yang mengatakan tidak akan menyetujui adanya two-state solution,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia bahwa apabila Board of Peace tidak sejalan dengan visi dan misi bangsa dalam memperjuangkan hak-hak Palestina, maka Indonesia dapat dengan mudah menarik diri.
“Jika BoP tidak sejalan dengan kepentingan nasional dan perjuangan Palestina, Indonesia tidak akan ragu untuk keluar,” ujar Alwi menyampaikan penegasan Presiden Prabowo.
Alwi kembali menekankan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mendukung proses perdamaian Palestina dengan menempatkan langkah diplomasi ini sebagai pijakan awal menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]