WAHANANEWS.CO, Jakarta – Usai dituntut dua tahun penjara atas dugaan korupsi lewat pembuatan serial profil desa di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Videografer Amsal Sitepu tak kuasa menahan tangis saat hadir secara daring dalam rapat audiensi Komisi III DPR RI.
Amsal mengaku dirinya hanya pekerja kreatif. Dia sama sekali tak memiliki kuasa atau wewenang dalam menentukan anggaran pemerintah.
Baca Juga:
Rapat DPR Ungkap Dugaan Intimidasi dalam Kasus Videografer Desa
"Saya cuma pekerja ekonomi kreatif biasa, Pak. Saya tidak punya wewenang dalam anggaran, Pak. Sederhananya saya hanya menjual," kata Amsal sambil terisak dalam rapat, Senin (30/3/2026) mengutip CNN Indonesia.
Amsal hadir secara daring dalam rapat tersebut ditemani anggota Komisi III DPR, Hinca Pandjaitan.
Dia mengaku khawatir kasusnya hanya akan membuat para pekerja kreatif takut untuk bekerja sama dengan pemerintah. Padahal, dirinya hanya menjual jasa.
Baca Juga:
Soal Videografer Amsal Sitepu Dituduh Korupsi, Komisi III DPR Bakal Gelar RDPU
"Kalau memang harganya kemahalan kenapa tidak ditolak saja atau kalau tidak sesuai kenapa harus dibayarkan? Tidak perlu saya dipenjarakan," kata Amsal.
Sejak melakukan proyek tersebut di era pandemi Covid 2019, Amsal bilang dirinya hanya mencoba bertahan hidup dengan mempromosikan Kabupaten Karo. Video itu bahkan mengangkat kearifan lokal di Karo.
"Saya cinta sekali dengan Tanah Karo, Pak. Walaupun dengan kejadian ini, saya akan tetap mencintai Tanah Karo. Terima kasih, Pak," ujar Amsal.