Pemerintah, ungkap Tito, telah menyiapkan berbagai skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, yakni Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, serta Rp60 juta untuk rusak berat atau hilang.
Ia menegaskan bahwa khusus untuk rumah yang rusak berat atau hilang, bantuan sebesar Rp60 juta akan direalisasikan dalam bentuk pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun melalui skema relokasi ke lahan baru.
Baca Juga:
MK Minta Revisi Aturan, Wacana Ambang Batas 7 Persen Menguat
Selain pembangunan fisik rumah, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan serta stimulan ekonomi guna membantu pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Ia menyarankan agar bantuan perabotan dan stimulan ekonomi tidak hanya diberikan kepada warga dengan rumah rusak berat, tetapi juga menjangkau mereka yang mengalami kerusakan sedang.
“Yang rusak ringan tinggal nanti, apakah diskresi dari setiap Pemda untuk melihat kondisi [masyarakatnya] perlu dibantu enggak uang perabotan dan uang [stimulan] ekonominya,” ujarnya.
Baca Juga:
KPK Ajukan Penundaan, Sidang Praperadilan Yaqut Dijadwal Ulang 3 Maret
Dalam rapat tersebut turut dibahas persoalan penanganan puing-puing kayu sisa banjir yang masih tersebar di sejumlah daerah terdampak, dan Tito mengaku telah berdiskusi dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, guna merumuskan kebijakan penanganannya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.