“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan,” ujar Agus Chairuddin usai penetapannya.
Ia menegaskan bahwa komite ini bukan milik individu, melainkan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen LSM di Indonesia yang ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
Fakta Dana Ketahanan Pangan: Awak Media dan LSM Pastikan Tidak Ada Kegiatan Fiktif di Kampong Lae Mate
“Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan keterbukaan, kita bisa menghadirkan gerakan yang kuat, terarah, dan memberi dampak luas,” lanjutnya.
Selain menetapkan koordinator, forum juga menghasilkan keputusan strategis berupa pembentukan Tim Perumus yang akan menyusun dasar hukum, struktur organisasi, serta arah program kerja komite ke depan.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama: berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap salah satu peserta.
Baca Juga:
Soal Lelang Bus Transpatriot, Aliansi Ormas dan LSM Sebut “Demi Selamatkan Keuangan Daerah”
Tim tersebut akan bekerja secara kolektif dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan keterbukaan agar setiap keputusan mampu merepresentasikan aspirasi seluruh anggota.
Para tokoh LSM yang hadir turut menyampaikan harapan agar komite ini berkembang menjadi wadah yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik luas.
“Seluruh pengurus dan anggota KN–LSM Indonesia sepakat untuk mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga masing-masing LSM agar lebih spesialis, sehingga setiap lembaga fokus pada bidang dan sektor yang berbeda,” ujar KRT Tohom Purba.