1. Keterangan ahli forensik tidak valid
Dalam salah satu komentarnya, Eddy sempat membantah pernyataan ahli forensik yang menguasai patologi dan toksikologi, dr. Djaja Surya Atmadja mengenai autopsi dan kadar sianida di tubuh Wayan Mirna Salihin.
Baca Juga:
Pemkab Bantul Siapkan Regulasi Larangan ASN dan Pejabat Terima Gratifikasi Idulfitri
Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan dr Djaja tidak valid. Sebab, Djaja tidak melakukan pemeriksaan terhadap jasad Mirna.
"Seorang ahli memberikan keterangan secara garis besar itu ada dua. Ada ahli ketika akan memberikan keterangan itu tidak melakukan apa-apa. Tetapi ada ahli ketika akan memberikan keterangan dia harus melakukan eksperimen, harus melakukan observasi, harus melakukan pemeriksaan," ungkap Prof Eddy di YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, seperti dilihat VIVA Senin, 16 Oktober 2023.
"Tapi kan dr Djaja tidak melakukan autopsi. Kalau nilai pembuktian orang tidak melakukan autopsi, lalu dia bicara itu tidak beda dengan orang yang ngomong sembarangan di pinggir jalan," sambung dia
Baca Juga:
KPK Periksa Eks Pejabat Pajak Muhammad Haniv Terkait Suap dan Gratifikasi Rp 21,5 M
2. Jessica Wongso datang ke Olivier sebelum hari kejadian
Lebih lanjut, Eddy juga sempat mengungkap bahwa Jessica Kumala Wongso sudah datang tiga hari sebelum kejadian Wayan Mirna Salihin tewas usai minum kopi di kafe Olivier.
Eddy menduga Jessica tiga hari sebelum kejadian datang untuk 'memotret' lokasi.
"Dia (Jessica) datang bukan saat eksekusi Mirna saja. Tiga hari sebelumnya sudah datang," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej, dalam Catatan Demokrasi tvOne yang dikutip VIVA, Selasa 3 Oktober 2023.