WAHANANEWS.CO, Jakarta - Temuan senjata di sebuah sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali bertambah setelah polisi menemukan satu airsoft gun dan 117 butir peluru berbagai kaliber dalam penggeledahan lanjutan.
Penggeledahan tambahan tersebut dilakukan kepolisian pada Senin (10/8/2026) di lingkungan sekolah yang sebelumnya telah menjadi lokasi penemuan ratusan senapan.
Baca Juga:
Misteri Senpi di Yayasan Sekolah, Polisi Dalami Mengapa Tak Diserahkan Usai Pemilik Wafat
“Dari pengecekan tambahan tersebut ditemukan satu buah airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/8/2026).
Budi merinci 117 butir peluru itu terdiri dari 21 butir kaliber 32 S&W, 19 butir kaliber 380 Auto, 34 butir kaliber 38 Special, 18 butir kaliber 22 WMR, dan 25 butir kaliber 9x19 mm Luger.
Selain peluru, polisi turut menemukan 166 selongsong kaliber 22, lima magasin kaliber 9 mm, dua recoil spring, dua botol green gas, dua tabung gas CO2, serta dua wadah peluru mimis.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
Petugas juga menemukan sejumlah spare part dan aksesori senjata di lokasi yang sama.
Polisi saat ini masih menghitung jumlah pasti keseluruhan airsoft gun hingga senjata api yang ditemukan dalam tiga kali penggeledahan.
Airsoft Gun Disebut Sudah Rusak
Berdasarkan hasil analisis tim Pusat Laboratorium Forensik Polri, airsoft gun yang ditemukan dalam penggeledahan terbaru disebut sudah tidak dapat digunakan.
“Senjata airsoft gun itu sudah kondisinya menurut Puslabfor sudah rusak, sudah tidak utuh,” kata Kanit Krimum Satreskrim Polres Jakarta Selatan Ipda Alpino de Tech usai olah tempat kejadian perkara, Senin (10/8/2026).
Pemeriksaan terhadap seluruh barang bukti masih dilakukan untuk memastikan jenis, kondisi, serta status masing-masing senjata dan perlengkapan yang ditemukan.
Temuan Terjadi Berulang
Kasus tersebut sebelumnya mencuat setelah pihak yayasan menemukan ratusan senapan di salah satu ruangan sekolah swasta di Kebayoran Lama.
Ruangan tersebut diketahui sudah lama terkunci sejak terjadi pergantian ketua pengurus yayasan.
Ketika ruangan akhirnya dibuka, pihak yayasan mendapati tumpukan senapan dan kemudian melaporkannya kepada kepolisian.
Sekitar satu bulan kemudian, pihak yayasan kembali meminta pendampingan Polres Jakarta Selatan untuk membuka ruangan lain yang sebelumnya digunakan mantan ketua yayasan berinisial IWD.
Ruangan itu disebut terkunci rapat sebelum akhirnya dibuka bersama aparat kepolisian.
Dari lokasi tersebut, polisi menemukan tiga pucuk airsoft gun jenis FN90, AK-47, dan M4 Carbine.
Polisi juga menemukan dua linting ganja, satu klip kecil sabu, serta 25 keping VCD porno.
Selain itu, turut ditemukan peredam, tujuh magasin, amunisi berbagai kaliber, sejumlah airsoft gun, taser gun, alat pembuat peluru, buku panduan pembuatan peluru, serta berbagai aksesori senjata.
995 Senapan Diidentifikasi Airsoft Gun
Dari total 996 senapan yang pertama kali ditemukan, sebanyak 995 di antaranya kemudian diidentifikasi sebagai airsoft gun.
Sementara satu senjata lainnya diketahui merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA.
“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa 995 pucuk merupakan senapan angin, bukan senjata api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Sebanyak 995 airsoft gun tersebut kini dititipkan kepada Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak atau Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Sementara satu senjata api yang ditemukan masih berada dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Jakarta Selatan.
Dikaitkan dengan Mantan Ketua Yayasan
Ratusan airsoft gun tersebut disebut-sebut dimiliki mantan ketua yayasan berinisial IWD yang diberhentikan dari jabatannya sejak April 2026.
IWD menyatakan seluruh airsoft gun itu sebelumnya disiapkan untuk rencana pembentukan kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah.
Rencana tersebut disebut telah muncul sejak 2020 tetapi tidak pernah terealisasi.
Senapan-senapan itu kemudian disimpan di dalam gudang sekolah dalam waktu cukup lama.
Menurut keterangan IWD, tempat penyimpanan tersebut sebelumnya mendapat penjagaan ketat.
Namun, airsoft gun yang tersimpan bertahun-tahun itu disebut akhirnya mengalami kerusakan.
Polisi hingga kini masih mendalami rangkaian temuan senjata, amunisi, perlengkapan senjata, hingga narkotika yang ditemukan di sejumlah ruangan sekolah tersebut.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]