“Kalau melihat dari beberapa pertanyaan-pertanyaan itu, masih perlu lagi digali. Ada pertanyaan-pertanyaan lain. Karena menyangkut masalah pengadaan ini tidak sederhana, karena anggarannya cukup signifikan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/6/2025).
“Tentu kepada yang bersangkutan juga masih ada data-data yang masih belum dilengkapi. Barangkali penyidik melihat ini tentu bisa saja akan menjadwal pemeriksaan lanjutan,” tambah Harli.
Baca Juga:
Jelang Tahun Ajaran Baru, YBM PLN UP3 Cirebon Salurkan Alat Tulis dan Buku Iqra untuk Santri
Meski begitu, hingga kini belum ada jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap Nadiem. Harli menyebut penyidik masih mendalami hasil pemeriksaan awal yang dilakukan pada Senin (23/6/2025) lalu.
“Ini baru kemarin diperiksa dan tentunya penyidik akan mempelajari dulu terkait dengan apa hasil keterangan yang sudah diberikan yang bersangkutan,” kata Harli.
“Tapi saya kira dengan berbagai pertanyaan yang kemarin sudah disampaikan, saya kira memang masih ada hal-hal yang harus digali dari yang bersangkutan,” lanjutnya.
Baca Juga:
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumedang Capai 87 Persen, Bupati Pastikan Beroperasi September 2026
Kasus korupsi dalam program digitalisasi pendidikan ini menjadi salah satu penyidikan strategis Kejagung, mengingat nilai anggaran yang besar dan dampaknya terhadap dunia pendidikan nasional.
Pencekalan terhadap Nadiem Makarim menjadi sinyal bahwa Kejagung tak segan menyasar nama-nama besar dalam upaya menuntaskan kasus ini.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.