WAHANANEWS.CO, Jakarta - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menyoroti maraknya kasus korupsi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai sangat mencolok.
"Korupsi di BUMN memang sangat kontras," ujar Yudi dalam unggahannya di platform X, Senin (3/3/2025). Ia menjelaskan bahwa sistem manajemen di BUMN telah mengalami digitalisasi dan diawasi oleh auditor bersertifikat.
Baca Juga:
Fokus Pendidikan Integritas, KPK Lepas Armada JNBA 2026 Sasar Wilayah Timur
"Di satu sisi, mereka sudah memiliki sistem pencegahan fraud berbasis digital, manajemen antisuap, serta auditor profesional yang tersertifikasi," jelasnya.
Namun, saat korupsi terungkap, nilai kerugian yang ditimbulkan sangat besar.
"Di sisi lain, ketika kasusnya terbongkar, angka korupsinya luar biasa, mencapai ratusan miliar hingga triliunan rupiah," tambahnya.
Baca Juga:
Babak Baru Kasus Edison, KPK Temukan Dugaan Permainan Opini BPK Muara Enim
Belakangan ini, sejumlah kasus besar mencuat, termasuk di PT Timah dan Pertamina. PT Timah diketahui menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp26 triliun hingga Rp300 triliun.
Sementara itu, dugaan korupsi di Pertamina selama periode 2018-2023 disebut mencapai Rp968,5 triliun.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.