WahanaNews.co | Komedian senior, Eddy Gombloh, meninggal di usia 80 tahun pada 4 Agustus 2022 lalu di Rumah Sakit Sardjito, Yogyakarta.
Gombloh meninggal karena mengidap penyakit jantung yang menimbulkan komplikasi ke paru, ginjal, dan hatinya.
Baca Juga:
Rugi Belasan Miliar, Wika Salim Ancam Somasi Terbuka untuk Manajemennya
Diah Pujiati, putri sulung mendiang Eddy Gombloh dari istri pertama, mengaku kecewa jenazah ayahandanya dimakamkan secara Kristen.
Padahal, semasa hidup, Eddy berwasiat agar jenazahnya ditumpuk satu liang dengan istri pertama.
Diah pun membongkar soal hubungannya dengan sang ibu sambung, Martina Lubalu, yang tidak pernah akur.
Baca Juga:
Sebanyak 85 Influencer Ditindak Polri Karena Promosikan Judi Online
Bahkan, Diah sempat mendapat perlakuan tak enak.
“Itu sampai terjadi pemukulan di pipi saya. Untung tulang wajahku enggak retak. Dia juga bilang aku merekayasa cerita tentang deposito tersebut," ungkap Diah Pujiati.
Diah menceritakan, dirinya sempat mendatangi ayahnya yang tinggal bersama ibu sambung.
Diah Pujianti mengaku, kedatangannya itu tak sekadar menjenguk sang ayah, tapi juga hendak meminta uang deposito Rp 850 juta milik almarhumah ibundanya yang dititipkan pada Eddy Gombloh.
Selain itu, Diah juga mempertanyakan aset keluarga berupa tanah yang dijual Eddy Gombloh tanpa sepengetahuannya.
Soal perlakuan kasar ibu sambung terhadapnya, Diah sudah melaporkannya ke Polres Sleman.
Namun, sampai sekarang, tak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian terkait masalah tersebut.
“Di sini, aku hanya menuntut keadilan,” ucap Diah Pujiati.
Diah Pujianti berharap, istri kedua ayahnya bisa memberikan apa yang menjadi haknya.
"Semoga mereka mendengar keluh kesah saya dan jeritan tangis hati saya," pungkas Diah Pujiati. [gun]