WahanaNews.co | “Anak Jenderal”, yang diduga menjadi pemodal atau cukong perambahan hutan dan illegal logging di Suaka Margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Riau, mengaku sudah lama beraksi.
Polisi pun membeberkan modus operandi pemilik nama asli Ahmad Ari alias Mat Ari saat melakukan aksi perusakan lingkungan itu.
Baca Juga:
Gelondongan Kayu Bermunculan Saat Banjir Hantam Sumatera, Ada Apa di Garoga dan Batang Toru?
"Kayu ini dipesan pemodal kepada pekerja. Mereka diberi alat potong, genset," kata Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).
“Anak Jenderal” kemudian membekali para pekerja dengan uang Rp 3 juta.
Dia diduga merekrut delapan pekerja dari Lampung.
Baca Juga:
Pesisir Padang Dipenuhi Kayu Usai Banjir Bandang, Korban Tewas di Agam Tembus 86 Orang
"Pekerja masuk ke dalam hutan. Di luar dihitung berapa kubik bisa dikeluarkan mereka," imbuh dia.
Dia mengatakan, Mat Ari diduga sudah lama terlibat penebangan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.
Dia diduga sering kabur dan baru ditangkap kali ini.