WAHANANEWS.CO, Jakarta - TNI Angkatan Udara mengerahkan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 untuk menurunkan tim Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) setelah titik jatuh pesawat ATR 42-500 berhasil diidentifikasi di kawasan pegunungan Sulawesi Selatan pada Minggu (17/1/2025).
Titik jatuh pesawat diketahui berada di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil pemantauan dan koordinasi unsur pencarian di lapangan.
Baca Juga:
Akses Sulit Tak Jadi Hambatan, Operasi Udara Perkuat Listrik Desa Aceh
"Menindaklanjuti temuan tersebut, TNI AU segera menurunkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan satu personel Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) menggunakan helikopter H225M Caracal ke lokasi," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Setibanya di titik jatuh pesawat, para prajurit Korpasgat langsung menyiapkan langkah awal proses evakuasi untuk mendukung penanganan lanjutan di lokasi yang sulit dijangkau.
Selain pengerahan udara, TNI AU juga mengirimkan tim darat gabungan yang terdiri atas prajurit Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, dan Yon Arhanud 23 Korpasgat melalui jalur darat.
Baca Juga:
Dari Udara Meluncur ke Desa, 1.000 Genset Jadi Solusi Listrik Sementara di Aceh
"Tim darat tersebut bergabung dengan unsur SAR lainnya serta masyarakat setempat untuk memperkuat upaya pencarian dan evakuasi," jelasnya.
Ia menegaskan, TNI Angkatan Udara berkomitmen penuh untuk terus mendukung proses evakuasi serta membantu otoritas terkait dalam penanganan lanjutan hingga seluruh tahapan misi kemanusiaan selesai.
Sebelumnya, pada Jumat (17/1/2025), Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengonfirmasi pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang mengangkut 11 orang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]