Namun, ketika dia meminta izin untuk kembali mengantarkan anggota keluarganya ke dalam kapal, seorang anggota Pomal yang berjaga menegurnya, menyebabkan terjadinya kesalahpahaman.
Anggota Brimob yang mendapat teguran kemudian memukul anggota Pomal yang berjaga, sehingga memicu balasan pukulan dari anggota Pomal tersebut.
Baca Juga:
Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa, Kapolda Papua Barat Daya Perkuat Sinergitas dengan Insan Pers
Peristiwa pertikaian fisik ini terus berlanjut ketika anggota Brimob menghubungi rekan-rekannya untuk datang ke pelabuhan, yang kemudian memicu terjadinya bentrokan antara kedua institusi tersebut.
Laksamana Pertama I Made Wira Hady Arsanta tidak menampik ihwal informasi kronologis tersebut. Dia mengatakan, bahwa sejumlah anggota Pomal memang ditugaskan untuk mengatur pemudik di pelabuhan Kota Sorong.
"Tetapi, kurang tahu apakah anggota Bribob tersebut tengah mengantar atau pulang. Karena memang ada Brimob juga di sana," kata Made.
Baca Juga:
Peringati Hari Pers Nasional 2025, PWI Papua Barat Daya Gelar Makan Bergizi Gratis di SMP Alam Inspirasi
Dia menghimbau agar publik tidak berspekulasi terlebih dahulu mengenai peristiwa bentrokan ini. Dia berharap publik menunggu informasi resmi yang akan disampaikan oleh TNI dan Polri ihwal bentrokan di pelabuhan Kota Sorong.
"Rencana akan ada konferensi pers di sana. Kita tunggu informasi clear dulu ya," ucap Made.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Inspektur Jenderal Sandi Nugroho dan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko belum menjawab konfirmasi Tempo yang dikirimkan melalui nomor WhatsAppnya.