WAHANANEWS.CO, Jakarta - Komitmen pembenahan internal TNI kembali ditegaskan, dengan fokus utama pada penguatan penegakan hukum yang menjadi sorotan publik.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa langkah revitalisasi internal tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga:
TNI Tegas: Prajurit Pelanggar Hukum Akan Ditindak Tanpa Toleransi
"Rapat koordinasi hari ini membahas tentang revitalisasi internal TNI," kata Aulia dalam jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa penguatan internal, khususnya di bidang penegakan hukum, dijalankan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, di tengah upaya pembenahan tersebut, banyak prajurit TNI tetap menunjukkan kinerja positif dan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam berbagai penugasan.
Baca Juga:
DPR Ingatkan, Anggaran Pendidikan Tak Boleh Dipangkas Demi Efisiensi
Ia mencontohkan keterlibatan prajurit dalam membantu pemulihan pascabencana di Sumatera serta menjaga stabilitas keamanan di Papua, yang berbuah penghargaan dari negara atas dedikasi mereka.
"Kita memberikan prajurit penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan prioritas prajurit untuk mengikuti pendidikan serta pemberian tanda jasa," jelas Aulia.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa institusi tidak akan memberi ruang toleransi bagi prajurit yang melakukan pelanggaran hukum, baik ringan maupun berat.