Dan tanggal 13 hingga 23 Februari 2023 sudah mulai ada titik sebaran [aspal] dan sudah mulai terlihat.
“Diperkuat hari ini, untuk pencemaran sudah mulai menyebar, banyak sebaran yang merupakan titik-titik kecil,” bebernya.
Baca Juga:
Kantor Imigrasi Sibolga Bagikan Makanan Bergizi Gratis Kepada Siswa SD Muhammadiyah Plus Tapteng
“Secara pemantauan satelit paling rendah sebaran pencemaran aspal mentah tersebut sekitar 5,6 mil dan gumpalan yang terjauh sekitar 15,5 mil,” sebutnya.
Oleh karena itu, untuk mengatasi pencemaran yang diakibatkan bocornya kapal MV AASHI bermuatan aspal mentah, pihaknya akan melakukan dua langkah.
“Yang pertama clean up dari pencemaran tersebut,” ujarnya.
Baca Juga:
Berlayar Rute Gunungsitoli-Sibolga Hanya 3 Jam, Ini Jadwal dan Tarif Kapal Cepat Wira Fast 9
Kemudian, langkah yang kedua, terkait penanganan dampak kepada warga sekitar [nelayan], indikasi terjadinya kerusakan padang lamun, terumbu karang dan wilayah pesisir.
“Langkah kedua kita akan melakukan penegakan hukum,” tegasnya.
Untuk langkah kedua ini, lebih jauh ia menjelaskan akan dilakukan dengan cara berkolaborasi.