WahanaNews.co | Selama bertahun-tahun, limbah dan sampah mengalir langsung ke perairan Gaza.
Selama bertahun-tahun pula, Pantai Gaza kehilangan eksotika pasirnya yang berwarna kuning bersih, dan airnya yang membiru bak kristal.
Baca Juga:
Israel Putus Listrik ke Gaza, Hamas: Upaya Pemerasan yang Murahan
Kondisi itu menimbulkan bencana lingkungan yang telah lama merusak salah satu kesempatan langka bagi warga di sana: berenang di sekitar pantai yang sempit.
Musim ini berbeda dari biasanya karena fasilitas pengolahan limbah yang didanai komunitas internasional di sepanjang kawasan pantai telah beroperasi.
Fasilitas itu mengurangi polusi ke tingkat paling rendah selama bertahun-tahun, kata sejumlah pejabat lingkungan.
Baca Juga:
Juru Bicara Kemenlu Qatar: Situasi Pascakonflik Gaza Perlu Upaya Kolektif Internasional
"Kami dulu tak bisa datang (ke pantai) karena lautnya tercemar dan jika kami ke sini, anak-anak pulang ke rumah membawa virus dan penyakit kulit," kata Sahar Abu Bashir, yang berusia 52 tahun.
"Hari ini kawasannya bersih dan lautnya bersih. Kami merasa seperti berada di negara lain," kata ibu empat anak itu kepada Reuters.
Pekan ini, di pantai yang panjang dan berpasir itu nyaris tak ada bendera merah.