Prosedur tersebut akhirnya membuat Scooter memuntahkan sekitar 2,4 pon atau 1,1 kilogram permen yang sebelumnya memenuhi perutnya.
Jada yang merupakan saudara Scooter juga ikut dibawa ke klinik karena pemiliknya khawatir anjing tersebut turut menyantap permen dalam jumlah besar.
Baca Juga:
Populasinya Meledak dan Rugikan Negara, Australia Punya Cara Tak Biasa Atasi Ikan Mas
Tim medis kemudian menginduksi muntah pada Jada sebagai langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada permen dalam jumlah berbahaya yang masuk ke tubuhnya.
Namun, hasilnya sangat berbeda dengan Scooter karena Jada ternyata hanya memuntahkan satu buah permen.
Perbedaan tersebut membuat Scooter praktis menjadi pelaku utama di balik hilangnya satu kantong penuh jelly snakes milik sang pemilik.
Baca Juga:
Terdampak Konflik Global, Australia Gandeng Indonesia untuk Pasokan Urea
"Scooter jelas tidak menyesali keputusannya," kata Wesche kepada 1News.
Setelah mendapatkan penanganan, kondisi kedua anjing tersebut dinyatakan sehat sehingga diperbolehkan pulang dari klinik.
Animal Emergency Service Jindalee kemudian membagikan kisah tersebut melalui media sosial dengan nada bercanda mengenai pengalaman Scooter.