Tanda lain yang sering menyertai kondisi tersebut antara lain kucing menggesekkan tubuh ke kaki pemiliknya, mendengkur, telinga menghadap ke depan, serta kumis yang tampak rileks.
Jika ekor tegak dan melengkung itu disertai bahasa tubuh tersebut, maka besar kemungkinan kucing sedang berada dalam kondisi emosional yang positif.
Baca Juga:
Stop Sekarang! Ini Akibat Buruk Membuang Rambut ke Kloset
Gerakan berikutnya adalah ekor yang mengembang yang secara alami muncul ketika kucing merasa marah atau terancam.
Dalam kondisi ini, ekor yang mengembang dan punggung yang melengkung membuat kucing tampak lebih besar sehingga dapat membantu menghalau ancaman atau predator.
Insting tersebut merupakan mekanisme pertahanan alami kucing ketika merasa tidak aman di lingkungannya.
Baca Juga:
Parmono Bakal Larang Jual Daging Anjing dan Kucing di DKI, Pakar IPB Harap Berlaku Nasional
Jika kucing menunjukkan posisi ini, sebaiknya pemilik tidak mendekati karena hewan tersebut bisa saja sedang takut atau marah dan berpotensi bertindak agresif.
Gerakan lain yang sering disalahartikan adalah kibasan ekor yang dilakukan maju mundur atau bahkan dipukul-pukulkan ke lantai saat kucing duduk.
Berbeda dengan anjing yang mengibaskan ekor sebagai tanda kegembiraan, pada kucing gerakan tersebut biasanya menunjukkan rasa jengkel atau ketidaknyamanan.