Dorongan untuk semakin eksis ini pun disambut
positif oleh para raksasa media digital.
Perusahaan-perusahaan social media
menyediakan fitur story yang memungkinkan penggunanya untuk menjadi
"aktor" tayangan reality show mereka masing-masing.
Baca Juga:
Ingin Generasi Berkarakter di Era Digital, DWP Kota Gunungsitoli Beri Edukasi Bijak Bermedsos ke Pelajar
Dan kita pun dibuat tidak heran ketika sedang
makan di restoran dan menemui orang di samping kita berbicara kepada ponselnya
sambil sesekali mengarahkan kamera ponselnya ke makanan yang sudah tersaji
cantik.
Membanjirnya konten ini pun menimbulkan tsunami
informasi.
Dampaknya setiap orang pun berebut perhatian,
karena perhatian pun semakin mahal seiring membludaknya informasi tersebut.
Baca Juga:
Memalukan: 6 Bulan Menunggu, Polres Dairi Hanya Janji Kosong & Abaikan Hak Warga Laporkan Oknum Anggota DPRD Dairi
Postingan social media bukan sekadar
ekspresi hati tapi juga upaya untuk meninggalkan impresi yang baik di
lingkungan kita.
Kini media bukan lagi jadi monopoli aktor,
aktris dan selebritis.
TKI asal Brebes yang bekerja di Korea,
pengacara kondang nan flamboyan, pilot muda yang ganteng, hingga dokter pun
tidak mau kalah berebut "perhatian" dengan berbagai cara.